Farmakologi: Kortikosteroid

6 Pilihan Salep Kortikosteroid untuk Mengatasi Gatal, Pembengkakan, Alergi hingga Iritasi

harga salep kortikosteroid

Menyembuhkan penyakit kulit memang dapat dikatakan gampang-gampang susah. Betametason ini juga dapat digunakan untuk mengatasi penyakit artritis,lupus,psoriasis dan asma dengan cara kerja obat ini yaitu mencegah terlepasnya senyawa kimia oleh tubuh yang dapat menyebabkan peradangan. Tapi setelah di gunakan, nanah tersebut semakin banyak, tidak berkurang. Dua yang terbesar adalah penipisan kulit dan efek sisitemik yaitu supresi HPA-axis dan sindrom Cushing.

Post navigation

Selain itu, salep kortikosteroid juga dapat digunakan unntuk melawan gejala radang, gatal, hingga pembengkakan. Anehnya klinik dan apotek di jepang. Dalam obat betametason ini terdapat beberapa kandungan seperti kandungan anti bakteri dan anti jamur untuk infeksi yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri. Selain dapat membantu meringankan penyakit tersebut, salep Hydrocortisone juga dapat digunakan untuk membantu meringankan iritasi kulit karena alergi atau gigitan serangga. Khasiat glukokortikoid adalah sebagai anti radang setempat, anti- proliferatif, dan imunosupresif. Perlu diingat bahwa penyebabnya tidak diberantas, maka bila pengobatandihentikan, penyakit akan kambuh.

Dengan memasukan alamat email dibawah ini, berarti anda akan dapat kiriman artikel terbaru di inbox anda:. Informasi di blog ini hanyalah sekedar untuk tujuan informatif yang bersifat umum, Silahkan konsultasikan penyakit dan keluhan kesehatan Anda kepada ahlinya. Pengobatan salep alergi yang palings ering digunakan adalah kortikosteroid. Salep Kortikosteroid masih memegang peran besar dalam inflamasi kulit. Steroid topikal adalah bentuk topikal kortikosteroid.

Steroid topikal adalah obat topikal yang paling sering diresepkan untuk pengobatan ruam, eksim dermatitis, dan. Steroid topikal memiliki sifat anti-inflamasi, dan diklasifikasikan berdasarkan kemampuan vasokonstriksi. Ada banyak produk steroid topikal. Semua persiapan di kelas masing-masing memiliki sifat anti-inflamasi yang sama, tetapi dasarnya berbeda dalam dasar dan harga. Namun ada kekhawatiran yang cukup besar, terkait efek samping.

Dua yang terbesar adalah penipisan kulit dan efek sisitemik yaitu supresi HPA-axis dan sindrom Cushing. Kortikosteroid bekerja dengan mempengaruhi kecepatan sintesis protein. Molekul hormon memasuki jaringan melalui membran plasma secara difusi pasif di jaringan target, kemudian bereaksi dengan reseptor steroid. Kompleks ini mengalami perubahan bentuk, lalu bergerak menuju nukleus dan berikatan dengan kromatin. Ikatan ini menstimulasi transkripsi RNA dan sintesis protein spesifik.

Induksi sintesis protein inimerupakan perantara efek fisiologis steroid. Efek katabolik dari kortikosteroid bisadilihat pada kulit sebagai gambaran dasar dan sepanjang penyembuhan luka. Konsepnya berguna untuk memisahkan efek ke dalam sel atau struktur-struktur yang bertanggungjawab pada gambaran klinis ; keratinosik atropi epidermal, re-epitalisasilambat , produksi fibrolast mengurangi kolagen dan bahan dasar atropi dermal, striae ,efek vaskuler kebanyakan berhubungan dengan jaringan konektif vaskuler telangiektasis, purpura , dan kerusakan angiogenesis pembentukan jaringan granulasiyang lambat.

Khasiat glukokortikoid adalah sebagai anti radang setempat, anti- proliferatif, dan imunosupresif. Melalui proses penetrasi, glukokortikoid masuk ke dalaminti sel-sel lesi, berikatan dengan kromatin gen tertentu, sehingga aktivitas sel-sel tersebutmengalami perubahan. Sel-sel ini dapat menghasilkan protein baru yang dapatmembentuk atau menggantikan sel-sel yang tidak berfungsi, menghambat mitosis anti- proliferatif , bergantung pada jenis dan stadium proses radang.

Glukokotikoid juga dapatmengadakan stabilisasi membran lisosom, sehingga enzim-enzim yang dapat merusak jaringan tidak dikeluarkan. Glukokortikoid topikal adalah obat yang paling banyak dan tersering dipakai. Glukokortikoid dapat menekan limfosit-limfosit tertentu yang merangsang proses radang.

Dalam konsentrasi relatif rendah dapat tercapai efek anti radang yang cukupmemadai Bila pilihan glukokortikoid tepat, pemakaiannya dapat dikatakan aman. Jarang terjadi dermatitis kontak alergik maupun toksik. Banyak kemasan yang dapat dipilih: Kortikosteroid mengurangi akses dari sejumlah limfosit ke daerah inflamasi didaerah yang menghasilkan vasokontriksi. Fagositosis dan stabilisasi membran lisosomyang menurun diakibatkan ketidakmampuan dari sel-sel efektor untuk degranulasi danmelepaskan sejumlah mediator inflamasi dan juga faktor yang berhubungan dengan efek anti-inflamasi kortikosteroid.

Meskipun demikian, harus digaris bawahi di sini bahwa khasiat utama anti radang bersifat menghambat: Perlu diingat bahwa penyebabnya tidak diberantas, maka bila pengobatandihentikan, penyakit akan kambuh. Efektifitas kortikosteroid topikal bergantung pada jenis kortikosteroid dan penetrasi. Potensi kortikosteroid ditentukan berdasarkan kemampuan menyebabkanvasokontriksi pada kulit hewan percobaan dan pada manusia.

Jelas ada hubungan denganstruktur kimiawi. Kortison, misalnya, tidak berkhasiat secara topikal, karena kortison didalam tubuh mengalami transformasi menjadi dihidrokortison, sedangkan di kulit tidak menjadi proses itu.

Sejak tahun , molekul hidrokortison banyak mengalami perubahan. Pada umumnya molekul hidrokortison yang mengandung fluor digolongkan kortikosteroid poten. Temukan jawabannya dibawah ini. Obat jenis betametasol ini hanya diperbolehkan untuk bagian kulit perlu saran dari dokter ahli untuk penggunaan pada sekitar ketiak,selangkangan dan wajah.

Penggunaan betametasol secara jangka panjang juga akan menimbulkan efek samping karena memang pada dasarnya obat ini diperuntukan untuk jangka pendek saja jika sakit masih berlanjut disarankan segera menghubungi dokter bersangkutan.

Dalam obat betametason ini terdapat beberapa kandungan seperti kandungan anti bakteri dan anti jamur untuk infeksi yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri.

Selain kedua bahan tersebut obat betametason juga mengandung asam salisilat bahan ini adalah salah satu bahan yang yang membantu penyerapan steroid oleh kulit.

Betametason ini juga dapat digunakan untuk mengatasi penyakit artritis,lupus,psoriasis dan asma dengan cara kerja obat ini yaitu mencegah terlepasnya senyawa kimia oleh tubuh yang dapat menyebabkan peradangan. Bagi orang-orang yang terkena atau menderita kelainan kelenjar adrenal dan tidak dapat memproduksi cukup banyak kortikosteroid maka dapat mengkonsumsi obat betametason ini sebagai pengganti.

Obat betametason ini jika pada umumnya yang terjual di apotek dan terkenal di masyarakat adalah berbentuk salep. Selama periode stres, kortisol memainkan peran penting dalam meningkatkan kadar glukosa darah dan meningkatkan tekanan darah.

Secara klinis kortisol dan derivatnya sering digunakan untuk sifat imunosupresannya. Obat ini juga penting untuk pasien dengan defisiensi adrenal. Sel ini dapat menghasilkan protein baru yang dapat membentuk dan menggantikan sel yang telah tidak berfungsi, menghambat mitosis antiproliferatif , bergantung pada jenis dan stadium proses radang.

Glukokortikoid topikal adalah obat yang paling banyak dan sering dipakai. Ada beberapa faktor yang menguntungkan pemakaiannya yaitu:. Golongan mineralokortikoid efek utamanya terhadap keseimbangan air dan elektrolit, sedangkan pengaruhnya terhadap penyimpanan glikogen hepar sangat kecil. Prototip pada golongan ini ialah desoksikortikosteron. Umumnya golongan mineralokortikoid tidak mempunyai khasiat antiinflamasi yang berarti kecuali 9 alfa-fluorokortisol, meskipun demikian sediaan ini tidak pernah digunakan sebagai obat antiinflamasi karena efeknya pada keseimbangan air dan elektrolit terlalu besar.

Aldosteron adalah mineralokortikoid yang utama, zat ini menahan natrium dan kemudian air dalam darah. Zat ini dirangsang dalam jalur renin-angiotensin. Khasiat yang diharapkan pada pemakaian kortikosteroid topikal sendiri adalah sebagai antiinflamasi, imunosupresif dan antiproliferatif atau anti mitosis. Mekanisme kerja dari kortikosteroid topikal ini antara lain:. Tahapan absorbsi perkutan kortikosteroid topikal meliputi difusi melalui stratum korneum, epidermis, dermis, kapiler dan kelenjar lemak subkutis serta terjadinya pembentukan depo.

Tahapan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:. Efektifitas kortikosteroid topikal bergantung pada jenis kortikosteroid dan penetrasi. Potensi kortikosteroid ditentukan berdasarkan kemampuan menyebabkan vasokonstriksi pada kulit hewan percobaan dan pada manusia.

Jelas ada hubungan dengan struktur kimiawi. Kortison misalnya, tidak berkhasiat secara topikal, karena kortison di dalam tubuh mengalami transformasi menjadi dihydrokortison, sedangkan di kulit tidak terjadi proses itu. Begitu beragamnya kortikosteroid topikal yang ada, maka dilakukan penggolongan potensinya mulai dari sangat kuat atau sangat poten konsentrasinya, vehikulum serta penetrasi dapat mempengaruhi efektifitas klinis suatu kortikosteroid topikal. Dipilih kortikosteroid yang sesuai, aman, efek samping minimal dan harganya murah.

Di samping itu ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu jenis penyakit kulit, jenis vehikulum, kondisi penyakit, yaitu stadium penyakit, luas atau tidaknya lesi, dalam atau dangkalnya lesi, dan lokalisasi lesi.

Perlu juga dipertimbangkan umur penderita. Pembagian lain kortikosteroid topikal menurut Cornell dan Stoughton menjadi tujuh golongan, berdasarkan potensi antiinflamasi dimana efektifitas ini dinilai berdasarkan kemampuan vasokonstriksi untuk menimbulkan blanching pada kulit.

Sediaan masa kerja singkat mempunyai waktu paruh biologis kurang dari 12 jam, sediaan kerja lama mempunyai waktu paruhnya lebih dari 36 jam, sedangkan yang kerja sedang mempunyai waktu paruh antara jam. Kortikosteroid potensi lemah biasanya lebih aman untuk pemakaian lama, untuk daerah muka dan intertriginous, bayi dan anak-anak, dan bila sangat diperlukan dapat diberikan dengan bebat oklusi. Kortikosteroid dengan potensi kuat belum tentu merupakan obat pilihan untuk suatu penyakit kulit.

Harus selalu diingat bahwa kortikosteroid bersifat paliatif dan supresif terhadap penyakit kulit dan bukan merupakan pengobatan kausal. Dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid ialah: Sedangkan dermatosis yang kurang responsif terhadap kortikosteroid ialah: Berikut ini adalah besar kemasan sediaan kortikosteroid yang tepat untuk peresepan bagi daerah tubuh tertentu:.

Perlu dipertimbangkan adanya gejala takifilaksis. Takifilaksis ialah menurunnya respons kulit terhadap glukokortikoid karena pemberian obat yang berulang-ulang, berupa toleransi akut yang berarti efek vasokonstriksinya akan menghilang, setelah diistirahatkan beberapa hari efek vasokonstriksi akan timbul kembali dan akan menghilang lagi bila pengolesan obat tetap dilanjutkan. Efektifitas klinik kortikosteroid topikal selain tergantung pada jenis kortikosteroid yang dipakai, juga tergantung pada konsentrasi dan kemampuan penetrasi ke dalam epidermis.

Konsentrasi ini dapat mempengaruhi efektifitas klinik hanya dalam batas tertentu. Kemampuan penetrasi dari kortikosteroid ke dalam epidermis dipengaruhi beberapa faktor antara lain:. Lama pemakaian steroid topikal sebaiknya tidak lebih dari minggu untuk steroid potensi lemah dan tidak lebih dari 2 minggu untuk steroid potensi kuat.

Sebagai ilustrasi dapat diberikan contoh sebagai berikut:. Penyakit psoriasis dengan skuama tebal berupa plakat, memerlukan steroid yang poten golongan I dengan vehikulum salep atau krim. Pada anak diperlukan steroid topikal yang lemah mengingat umur anak, lokalisasi penyakit dan kulit pada anak masih halus dan tipis.

Pada dewasa diperlukan kortikosteroid yang poten dalam bentuk salep.

Iamges: harga salep kortikosteroid

harga salep kortikosteroid

Bagi Anda yang penasaran, maka simak terus ulasan berikut ini.

harga salep kortikosteroid

Zat penyebab harus dihindari. Perlu dipertimbangkan adanya gejala takifilaksis.

harga salep kortikosteroid

Glukokortikoid jugadapat mengadakan stabilisasi membran lisosom, sehingga enzim-enzim yang dapat merusak jaringan tidak dikeluarkan. Harga salep kortikosteroid kortison cortisone cream adalah salep kortikosteroid topikal yang digunakan sebagai anti-inflamasi untuk perawatan berbagai gangguan kulit seperti eksim, dermatitis dan psoriasis bersama dengan deca durabolin velemeny peradangan sendi seperti arthritis. Bahan aktif yang dipakai dalam kompres biasanya bersifat astringen dan antimicrobial. Dimana jenis tersebut dibedakan menurut kandungan obat atau komposisi yang dimilikinya. Kelas VII adalah yang korhikosteroid lemah dan harga salep kortikosteroid ringan. Alasan Ditolak Wordads dan Cara Mengatasinya. Namun kondisinya bukan disebabkan oleh infeksi seperti:.